HIDAYAH ITU MILIK ALLOH SEMATA #1

Ketahuilah wahai para orang tua dengan sebaik-baiknya, dan yakinilah dengan sepenuhmya bahwa yang dapat memberikan hidayah adalah Alloh Ta'ala. Apa yang Anda lakukan demi kebaikan anak, hanyalah sebatas sebab agar seorang anak mendapat hidayah. Anda hanya menunaikan kewajiban yang telah Alloh wajibkan terhadap anak-anak. Sedangkan di balik itu semua, maka urusannya kembali kepada Alloh, karena Dia-lah yang memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.

Alloh Subhanahu wa ta'ala berfirman :

Barangsiapa diberi petunjuk oleh Alloh, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa disesatkan Alloh, maka merekalah orang-orang yang rugi. (QS. Al A'rof : 178)

Sesungguhnya Alloh menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki, maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. (QS. Fathir : 8)

Dan jika Kami menghendaki niscaya Ka,i berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya. (QS. As Sajadah : 13)

Dan jika Robb-mu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. (QS. An Nur : 35)

Dan Alloh memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus. (QS. An Nur : 46)

Katakanlah (Muhammad). "Alasan yang kuat hanya pada Alloh, maka jika Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk. (QS. Al An'am : 149)

Dan nasehatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasehat kepadamu, kalau Alloh hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Robb-mu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Hud : 34)

Penjelasan :

1. Ketahuilah wahai para orang tua dengan sebaik-baiknya, dan yakinilah dengan sepenuhmya bahwa yang dapat memberikan hidayah adalah Alloh Ta'ala. Dan dalil dari Al Qur`an bisa Anda baca sebagaimana yang sudah ditulis di atas.

2. Apa yang Anda lakukan demi kebaikan anak, hanyalah sebatas sebab agar seorang anak mendapat hidayah. Anda hanya menunaikan kewajiban yang telah Alloh wajibkan terhadap anak-anak. Jadi, apapun yang kita lakukan hanya SEBATAS MENJALANKAN SEBAB  (bukan kita yang merubah mereka menjadi baik) agar anak kita mendapat hidayah. Ini poin penting yang harus kita pahami dan kita yakini. Orang yang beriman lagi berakal tidak mungkin membiarkan keburukan terjadi di depan matanya. 

Begitu pula dalam kepengurusan anak. Orang tua yang baik tidak mungkin membiarkan anaknya berbuat buruk. Dan mereka pasti terus akan menasehatinya, karena dia tahu itu perintah Alloh Subhanahu wa ta'ala. Sehingga, orang lain tidak bisa menilai secara dzhohir, jika seorang anak terlihat buruk, kemudian kita menyalahkan orangtuanya semata (dengan catatan orangtuanya baik). Ingatlah kisah Nabi Nuh 'alaihis salam. Mari kita baca tentang kisah beliau.

Begitu pula sebaliknya, jika anaknya baik Masya Alloh juga tidak bisa memuji bahwa kebaikan itu karena pendidikan orangtuanya semata. Harus diingat bahwa itu adalah pemberian Alloh, kemudahan dari Alloh, hidayah dari Alloh. Ingatlah kisah Nabi Ibrohim 'alaihis salam. Mari kita baca tentang kisah beliau.

Hidayat taufiq itu sepenuhnya milik Alloh. Yang menjadikan kita, anak kita, seluruh manusia itu baik atau buruk adalah Alloh, dengan segala hikmah-Nya. Anak kita baik, sholeh (dan ini harapan kita semua) ini adalah nikmat, pemberian Alloh Subhanahu wa ta'ala.

Sedang kita diperitahkan untuk mendidik mereka secara maksimal. Ini adalah hal yang lain. Selama kita taat, berjuang terus menasehati mereka, mendidik mereka, meski hasilnya tidak seperti yang kita harapkan, kita tetap mendapatkan pahalanya dan kita termasuk hamba yang taat kepada Alloh, Insya Alloh.

Namun perlu kita ingat, meski hanya sebatas menjalankan sebab, namun kita juga diperintahkan untuk menjalankan sebab sebaik mungkin, karena tujuannya adalah untuk kebaikan. 

Sehingga meski hanya menjalankan sebab, kita tidak boleh ngawur, tidak boleh asal. Alloh Subhanahu wa ta'ala telah menunjukkan, sebab-sebab untuk mendapat kebaikan itu apa saja dan sebab-sebab yang mendatangkan keburukan itu apa saja. Jika kita ingin mendapatkan kebaikan, maka lakukanlah sebab-sebab untuk mendekati kebaikan itu, karena jika kita melakukan sebab-sebab kebaikan tadi, maka Alloh akan memudahkan kita menemui kebaikan yang kita harapkan.

Sedangkan di balik itu semua, maka urusannya kembali kepada Alloh, karena Dia-lah yang memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.

Wallohu a'lam.


Yang menulis : Denny Setiawan
Tanggal : 02 Shofar 1444 H / 30 Agustus 2022 M
Sumber : Fiqih Tarbiyyah al Abna` wa Thoifatun min Nashoihi al Athibba`, karya Syaikh Mustofa Al Adawi. Penerbit : Dar ibnu Rojab.
Edisi terjemah Indonesia, berjudul Anakku! Sudah tepatkah pendidikannya. Penerbit Tim Pustaka Ibnu Katsir halaman 9 - 10