Assalamu'alaikum teman-teman ......
Insya Alloh, kita akan belajar nahwu bareng-bareng. 
Belajar nahwu pake buku Jurumiyyah. Buku yang susun oleh : Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud As Shonhaji rohimahulloh.
Belajar sedikit-sedikit.....
Harapannya semoga bisa dipahami dengan mudah.

Teman.......
Ketahuilah, bahwa setebal apapun sebuah kitab Arab, pada hakikatnya, kitab tersebut adalah hanya kumpulan banyak KALIMAT. Ya, kalimat, sebagaimana yang kita pahami, buku setebal apapun pasti terdiri dari kumpulan KALIMAT bukan ... ?

Oleh karenanya, ayo kita belajar cara membuat dan cara membaca sebuah kalimat.

Dan kita juga tahu, bahwa KALIMAT itu terbentuk dari susunan beberapa KATA. Maka, dari sini kita mengetahui, untuk bisa membuat sebuah KALIMAT, kita perlu belajar sebuah KATA.

Teman....
Perlu kalian ketahui, KALIMAT dalam bahasa kita, jika di Bahasa Arab diistilahkan dengan :
1. KALAM, atau
2. JUMLAH MUFIDAH
Artinya kalimat sempurna.

Pertama, kita perlu belajar KALIMAT dulu, setelah kita paham definisi KALIMAT dalam Bahasa Arab, baru kita belajar apa itu KATA.

KALIMAT adalah :
1. Lafadzh atau kalimah
2. Yang disusun.
3. Yang berfaedah.
4. Dengan menggunakan Bahasa Arab.

PENJELASANNYA :

Lafadzh atau Kalimah:
Lafadzh atau Kalimah adalah KATA, iya kata, sebagaimana di bahasa kita. Tapi, karena ini bahasa Arab, maka KATA di sini HARUS menggunakan Bahasa Arab.
Contoh :
Kitaabun artinya buku.
Kitaabun adalah lafadzh (karena menggunakan Bahasa Arab), sedang buku bukan lafadzh (karena menggunakan Bahasa Indonesia).

Yang disusun :
Maksudnya terdiri dari dua kata atau lebih.
Ini sama dengan di bahasa kita, kalau cuma satu saja berarti bukan KALIMAT, melainkan KATA, kan cuma satu kata.
Contoh :
Al Masjidu Kabiirun artinya masjid itu besar.

Yang berfaedah :
Maksudnya memberi manfaat, kalimatnya jelas dan tidak menyisakan pertanyaan. Orang yang mendengar atau membaca, tidak merasa ada yang ganjil.
Contoh :
In Qooma Muhammadun Qomma Zaidun artinya jika Muhammad berdiri maka, Zaid berdiri.
Ini adalah contoh kalimat yang sudah memberikan faedah.
Bedakan dengan ....
In Qooma Muhammadun artinya jika Muhammad berdiri
Apa yang kalian pikir dan rasakan dengan kalimat tersebut, masih ada yang ganjil bukan ... ?
Jadi, jika belum bisa memberi faedah, belum bisa disebut kalimat.

Dengan menggunakan Bahasa Arab :
Maksudnya sudah jelas, yakni memang harus dengan menggunakan Bahasa Arab. Jika dengan bahasa lain otomatis tidak bisa disebut KALIMAT atau KALAM jika dalam Bahasa Arab.

Sudah jelas bukan..... ?
Jika sudah jelas, sudah paham, ke depan, dan untuk membiasakan, saya akan menggunakan istilah KALAM dan tidak menggunakan istilah KALIMAT.

Ingat ..... !
Dalam Bahasa Arab :
Kalimat = Kalam atau Jumlah Mufidah
Kata = Lafadzh atau Kalimah